sekarang jam 01.00 am dan suasana diluar hujan.
belum cukup menyegarkan setelah seharian panas luar biasa.
matahari dan kota tempat saya tinggal memang bersahabat dengan baik.
kenapa saya posting blog semalam ini? inspirasi datang di malam hari?
sama sekali tidak!
sama sekali bukan!
saya bukan seniman yang dengan setia menanti datang nya inspirasi hingga lewat tengah malam sekalipun.
saya begini sudah pasti karena jaringan modem yang saya pakai kinerja nya agak mendingan kalo malam.
kadang saya juga heran,
suatu perusahaan besar mengeluarkan dana yang cukup besar untuk biaya iklan.
dan iklan itu isinya noooooollllllll.
seharusnya para kreatif iklan bukan hanya mikirin bagaimana iklan itu dikemas dengan baik dan menarik
tapi juga bagaimana isi dalam iklan tersebut dapat di pertanggungjawab kan.
kenapa saya jadi ngomongin iklan?
iyaa emang saya salah satu korban keganasan sinyal salah satu provider.
tapi itu hanya sepersekian persen yang memenuhi fikiran saya.
belakangan saya berpegang pada prinsip "tiada hari tanpa pusing".
ntah ada hubungan apa antara pusing dan kepala saya.
mungkin mereka sahabat baik yang terpisahkan cukup lama?
atau mereka sahabat pena yang baru bertemu sekarang setelah bertahun tahun berkirim surat?
atau bisa juga pusing sama kepala saya sudah dijodohkan dari mereka kecil.
apapun alasan nya pusing yang saya rasa cukup menyakitkan.
di kepala saya banyak hal di fikirkan? iya!
nahh pertanyaan nya, ada kah korelasi antara pusing dan banyak fikiran?
jika ada, siapa yang lebih dahulu muncul di kepala?
pusing sebagai bentuk banyak fikiran? atau,
jadi banyak fikiran karena mikirin pusing yang ga ilang?
lagi-lagi saya bahas yang ga penting --"
dikepala saya memang sudah over capacity sama hal yang sebenarnya ga penting penting amat
(lohhh? kalo ada masalah kenapa ga cerita sama orang aja?
ngapaian juga cerita sama blog?)
kalo jam segini ada yang mau dengerin curhat saya tanpa menyela omongan,
saya matiin langsung nih notebook.
saya lulus kuliah D3 beberapa bulan yang lalu.
gara-gara itu saya menyandang dua status sekaligus
mahasiswa dan penggangguran.
etdaahhh, nyari kerjaan lebih susah dari para sejarawan nyari kerajaan sriwijaya.
saya nerusin kuliah s1 sih, tapi yaaa tetep aja saya mau nya kerja.
di umur 21 tahun (november ntar) saya benar2 tidak produktif dalam menghasilkan penghasilan.
otak saya kadang emang sering lebay dengan memikirkan dan mengingat hal yang tidak seharusnya.
tapi apapun lah itu dan bagaimana pun my brain would work
surely this body is zero without my-smartless-brain.