Sabtu, 15 Oktober 2011

without brain we are statue

sekarang jam 01.00 am dan suasana diluar hujan.
belum cukup menyegarkan setelah seharian panas luar biasa.
matahari dan kota tempat saya tinggal memang bersahabat dengan baik.

kenapa saya posting blog semalam ini? inspirasi datang di malam hari?
sama sekali tidak!
sama sekali bukan!
saya bukan seniman yang dengan setia menanti datang nya inspirasi hingga lewat tengah malam sekalipun.
saya begini sudah pasti karena jaringan modem yang saya pakai kinerja nya agak mendingan kalo malam.
kadang saya juga heran,
suatu perusahaan besar mengeluarkan dana yang cukup besar untuk biaya iklan.
dan iklan itu isinya noooooollllllll.
seharusnya para kreatif iklan bukan hanya mikirin bagaimana iklan itu dikemas dengan baik dan menarik
tapi juga bagaimana isi dalam iklan tersebut dapat di pertanggungjawab kan.
kenapa saya jadi ngomongin iklan?
iyaa emang saya salah satu korban keganasan sinyal salah satu provider.
tapi itu hanya sepersekian persen yang memenuhi fikiran saya.

belakangan saya berpegang pada prinsip "tiada hari tanpa pusing".
ntah ada hubungan apa antara pusing dan kepala saya.
mungkin mereka sahabat baik yang terpisahkan cukup lama?
atau mereka sahabat pena yang baru bertemu sekarang setelah bertahun tahun berkirim surat?
atau bisa juga pusing sama kepala saya sudah dijodohkan dari mereka kecil.
apapun alasan nya pusing yang saya rasa cukup menyakitkan.

di kepala saya banyak hal di fikirkan? iya!
nahh pertanyaan nya, ada kah korelasi antara pusing dan banyak fikiran?
jika ada, siapa yang lebih dahulu muncul di kepala?
pusing sebagai bentuk banyak fikiran? atau,
jadi banyak fikiran karena mikirin pusing yang ga ilang?
lagi-lagi saya bahas yang ga penting --"

dikepala saya memang sudah over capacity sama hal yang sebenarnya ga penting penting amat
(lohhh? kalo ada masalah kenapa ga cerita sama orang aja? 
ngapaian juga cerita sama blog?)
kalo jam segini ada yang mau dengerin curhat saya tanpa menyela omongan,
saya matiin langsung nih notebook.

saya lulus kuliah D3 beberapa bulan yang lalu.
gara-gara itu saya menyandang dua status sekaligus
mahasiswa dan penggangguran.
etdaahhh, nyari kerjaan lebih susah dari para sejarawan nyari kerajaan sriwijaya.
saya nerusin kuliah s1 sih, tapi yaaa tetep aja saya mau nya kerja.
di umur 21 tahun (november ntar) saya benar2 tidak produktif dalam menghasilkan penghasilan.

otak saya kadang emang sering lebay dengan memikirkan dan mengingat hal yang tidak seharusnya.
tapi apapun lah itu dan bagaimana pun my brain would work
surely this body is zero without my-smartless-brain.


Jumat, 27 Mei 2011

not too late for posting (hopes)

hello...
difficult enough begining this writen after several months never wrote here..
life goes so fast.
its almost half of year.

jangan ditanya apa yang berubah dengan hidup saya, tapi tanyakan lah apa saja yang terjadi.
semuanya berjalan sesuai seperti seharusnya.
ada beberapa hal yang terjadi juga atas kehendak saya sendiri..

  • kunjungan industri. saya anggap itu sogokan dari jurusan untuk kami (para mahasiswa mereka) sebelum menghadapi bulan-bulan berat. (i'll post about KI soon-late)
  • ending relationship.
  • magang.

3 point di atas itu kejadian beberapa bulan lalu.
tapi sekarang?
yaaa, bulan-bulan berat mungkin..
nasib tiga tahun kuliah saya di tentukan dari sekarang dan beberapa bulan kedepan.
yang agak menyedihkan, dosen pembimbing saya sedang sakit (get well soon please. i really need her hand).

well,
beberapa hari yang lalu saya ngumpulin laporan PKL.
prosedurnya memang sebelum TA yaaa ngumpulin laporan PKL lah.
setelah ngebut beberapa hari, ngetik sampe 6 jam, mata keriting, pantat tempos, selesai juga laporan itu.
saya ngubungin pembimbing PKL, minta tanda tangan,.
ke kantor tempat saya PKL, minta tanda tangan.
fotokopi, jilid.
balik lagi ke kampus.
minta tanda tangan lagi sama ketua jurusan.
yaa akhirnyaaaa....

anda fikir selesai sampai disitu?
saya fikir juga selesai sampai disana.
tapi ternyata tidak! sama sekali tidak!!!
"every way always have a problem even om straightway. jalan bagus juga masih ada aja polisi tidur"
why?
setelah semua dirasa beres, didapat dengan lancar, pembimbing oke, supervisor kantor sipp, kajur no problem.
muncullah pengacau hidup yang membuat saya harus bolak balik dari kantor-kampus berkali-kali..

"lampirannya pake yang asli",
"absennya pakai yang asli",
"warna ijo covernya kurang gelap".
blablablablaaaa........

saya turutin semua yang di bilang, balik lagi ke kantor minta cap.
balik lagi ke kampus.
sampe dikampus, masih aja dia cerewet.
"minta cap ke akademik"
setelah semuanya beres dan semoga emang beneran beres.
akhirnya dikasi juga lembar tanda tangan buat serah terima ngumpulin laporan.

anyway, yang cerewet itu bukan dosen.
melainkan orang jurusan yang sebenarnya gak ngapa-ngapain.
bisa dibayangin kesalnya saya..